CARA MEMBUAT TWITTER



Cara Membuat Twitter - Bagi teman-teman yang masih pemula di dunia maya dan ingin mencoba membuat account di twitter salah satu situs mikro blogging yang paling terkenal saat ini, maka pada artikel ini akan kita bahas cara membuat twitter atau tepatnya cara membuat account di twitter secara gratis.

Seperti halnya situs jejaring sosial misalnya facebook, maka hal yang penting dimiliki saat membuat account twitter adalah anda harus memiliki email terlebih dahulu, dan apabila anda belum memilikinya maka silahkan mendaftar dulu di situs penyedia layanan email gratisan seperti halnya di www.gmail.com atau di www.yahoo.com

Setelah teman-teman memiliki email, maka langkah untuk membuat account twitter pun sudah dapat dilakukan, yaitu pertama dengan mengunjungi situs twitter di alamat www.twitter.com

Adapun langkah-langkah untuk melakukan registrasi di situs twitter adalah sebagai berikut:

1. Klik Tanda Sign up now pada halaman utama situs twitter, dan seketika anda akan dibawa ke halaman form pengisian data-data anda (untuk lebih jelasnya silahkan lihat gambar)

Gambar sign up Now di Twitter

2. Pada halaman Form (lihat gambar)

Gambar Form Twitter

a. Isikan nama lengkap anda pada bagian Full Name

b. Isikan username anda pada bagian username, misalnya "cantik_2009" dan username yang anda pilih nantinya akan selalu diminta ketika anda ingin login di twitter di kemudian hari.

c. Isikan password anda dibagian kolom password.

d. Isikan email anda pada bagian pengisian alamat email

e. Ketikkan tanpa verifikasi yang sudah disediakan secara acak oleh sistem twitter pada bagian "Type the words above"

f. Create My Account

3. Setelah anda melakukan langkah demi langkah diatas, maka hal terakhir yang harus anda lakukan agar pembuatan twitter anda sudah lengkap adalah dengan membuka email anda, karena twitter akan mengirimkan sebuah email verifikasi kepada anda ke email yang sebelumnya anda gunakan untuk registrasi twitter. Baca Selengkapnya...

ERA TEKNOLOGI MASA KINI

Perkembangan teknologi yang begitu pesat pada saat ini tidak dapat dielakkan lagi, berbagai penemuan baru muncul tiap harinya. Berbagai macam model maupun feature handphone yang baru selalu dipromosikan oleh para vendor, mulai dari yang harganya murah sampai yang paling mahal. Notebook atau yang biasa disebut laptop sekarang seperti “kacang goreng”, ada di setiap toko komputer yang dulunya hanya menjual PC Desktop (personal computer) saja, itupun ditawarkan dengan harga yang super murah hampir setara dengan desktop kelas menengah. Pada prinsipnya teknologi ini berkembang untuk memenuhi kebutuhan dan keinginan manusia agar dalam kehidupannya dapat lebih mudah berkomunikasi atau melakukan sesuatu.
Tekhnologi kini semakin canggih dan kecanggihan teknologi tidak bisa di bendung tapi dapat di manfaatkan semaksimal mungkin untuk tujuan kemaslahatan bukan untuk hal yang negatif yang bisa merusak generasi penerus bangsa ,
Manfaat tekhnologi yang kini menjadi kebutuhan masyarakat perkotaan bahkan sudah merambah pedesaan dan perkampungan.
Tekhnologi Informasi ( Internet ) bagai pisau bermata dua, di satu sisi sangat di butuhkan untuk mengembangkan jaringan bisnis, sosial, budaya dan informasi yang sangat di butuhkan oleh masyarakat, di sisi lain sangat berbahaya bagi anak-anak dan remaja karena belum ada filterisasi di dunia maya, yang bisa menyesatkan dan membawa anak-anak serta remaja ke dunia yang bisa merusak moral generasi muda karena begitu banyaknya situs – situs yang di khususkan untuk orang dewasa berkeliaran dan dapat dengan mudah di temukan bagi siapapun yang berselancar di dunia maya, baik itu anak-anak maupun remaja,
tak ada batasan usia, siapapun dapat tersesat saat berselancar di dunia maya.
Peran orang tua sangat penting sekali dalam mendidik serta mengawasi perkembangan anak dalam pergaulan sehari –hari, apalagi saat anak-anak menginjak usia remaja yang memiliki rasa kagum dan selalu memilik rasa ingin tahu dengan hal- hal yang baru, tanpa pengawasan sangat mungkin dapat terjebak dalam pergaulan bebas, sex bebas dan narkoba.
Filterisasi terhadap anak dan remaja sangat penting dari kalangan orang tua untuk perkembangan dan kemajuan anak, sebagai generasi penerus bangsa yang akan datang .
Jangan biarkan pergaulan bebas, sex bebas, dan narkoba menjadi gaya hidup karena akan merusak generasi bangsa, untuk itu selamatkan generasi yang akan datang dengan menjadi diri kita yang berbudaya tinggi dan bermoral sebagai kepribadian yang utuh.

dengan pesatnya perkembangan tekhnologi informasi di Indonesia sehingga tidak akan dapat di elakan, tetapi bisa di manfaatkan semaksimal mungkin untuk kemaslahatan hajat orang banyak .



Baca Selengkapnya...

Semakin Banyak Remaja Ketergantungan Teknologi


Kehidupan manusia kini sulit rasanya dilepaskan dari perangkat teknologi. Apalagi bagi remaja, teknologi seakan membuat mereka semakin kecanduan.

Sebuah studi yang digelar Kaisar Foundation, sebuah organisasi non-profit di Amerika Serikat yang kegiatannya fokus pada masalah kesehatan, menemukan bahwa anak muda yang menghabiskan waktu dengan media hiburan telah meningkat jumlahnya secara drastis. Hampir sebagian besar waktu mereka dihabiskan untuk mengakses teknologi.

Survei ini digelar pada Oktober 2008 hingga Mei 2009, dengan melibatkan 2.000 pelajar kelas 3 SD hingga 3 SMA (kelas 12), berusia 8-18 tahun.

Dari studi ini terungkap bahwa anak-anak dan remaja berusia 8-18 tahun menghabiskan rata-rata 7,5 jam (lebih dari 53 jam seminggu) waktu mereka untuk mengakses media hiburan di hari-hari biasa seperti ponsel, komputer, televisi dan perangkat teknologi lainnya. Uniknya, sebagian besar remaja ternyata menggunakan lebih dari satu perangkat dalam waktu bersamaan alias multitasking. Misalnya, ketika mendengarkan musik mereka sambil mengisi waktu dengan berselancar di internet.

Padahal ketika lima tahun lalu, saat studi ini digagas, para anak dan remaja ini kira-kira hanya menghabiskan waktu satu jam setiap harinya untuk mengulik perangkat elektroniknya tersebut.

Dr. Michael Rich, Direktur dari Center on Media & Child Health mengatakan, sulit rasanya mengubah kebiasaan para anak-anak ini yang telah bergantung dengan kecanggihan teknologi. Ketergantungannya jika dianalogikan sudah seperti udara yang mereka hirup, air yang mereka minum, dan makanan yang mereka asup.

Untuk itulah, dibutuhkan peran serta orang tua untuk tetap mengontrol aktivitas anak mereka di dunia virtual. Sebab jika dibiarkan, ancaman kesehatan seperti obesitas (kelebihan berat badan) bisa saja menerpa anak-anak akibat kurangnya beraktivitas yang melibatkan fisik. Namun perlu diingat, jangan melarang anak untuk mengakses teknologi karena tidak semuanya teknologi berdampak negatif. Salah satu cara yang dapat dilakukan misalnya dengan membuat kesepakatan terkait waktu-waktu yang diperbolehkan untuk mengakses perangkat teknologi tersebut.



Kehidupan manusia kini sulit rasanya dilepaskan dari perangkat teknologi. Apalagi bagi remaja, teknologi seakan membuat mereka semakin kecanduan.

Sebuah studi yang digelar Kaisar Foundation, sebuah organisasi non-profit di Amerika Serikat yang kegiatannya fokus pada masalah kesehatan, menemukan bahwa anak muda yang menghabiskan waktu dengan media hiburan telah meningkat jumlahnya secara drastis. Hampir sebagian besar waktu mereka dihabiskan untuk mengakses teknologi.

Survei ini digelar pada Oktober 2008 hingga Mei 2009, dengan melibatkan 2.000 pelajar kelas 3 SD hingga 3 SMA (kelas 12), berusia 8-18 tahun.

Dari studi ini terungkap bahwa anak-anak dan remaja berusia 8-18 tahun menghabiskan rata-rata 7,5 jam (lebih dari 53 jam seminggu) waktu mereka untuk mengakses media hiburan di hari-hari biasa seperti ponsel, komputer, televisi dan perangkat teknologi lainnya. Uniknya, sebagian besar remaja ternyata menggunakan lebih dari satu perangkat dalam waktu bersamaan alias multitasking. Misalnya, ketika mendengarkan musik mereka sambil mengisi waktu dengan berselancar di internet.

Padahal ketika lima tahun lalu, saat studi ini digagas, para anak dan remaja ini kira-kira hanya menghabiskan waktu satu jam setiap harinya untuk mengulik perangkat elektroniknya tersebut.

Dr. Michael Rich, Direktur dari Center on Media & Child Health mengatakan, sulit rasanya mengubah kebiasaan para anak-anak ini yang telah bergantung dengan kecanggihan teknologi. Ketergantungannya jika dianalogikan sudah seperti udara yang mereka hirup, air yang mereka minum, dan makanan yang mereka asup.

Untuk itulah, dibutuhkan peran serta orang tua untuk tetap mengontrol aktivitas anak mereka di dunia virtual. Sebab jika dibiarkan, ancaman kesehatan seperti obesitas (kelebihan berat badan) bisa saja menerpa anak-anak akibat kurangnya beraktivitas yang melibatkan fisik. Namun perlu diingat, jangan melarang anak untuk mengakses teknologi karena tidak semuanya teknologi berdampak negatif. Salah satu cara yang dapat dilakukan misalnya dengan membuat kesepakatan terkait waktu-waktu yang diperbolehkan untuk mengakses perangkat teknologi tersebut.
Baca Selengkapnya...

tv

Widget By: Forantum Cantumkan link ke http://forantum.blogspot.com, Terima Kasih... Cara Memasang TV Online di Blog

slide

video

game

terima kasih